Di zaman ini sering kita dengar tentang wanita yang kehilangan high value-nya. Hal tersebut terjadi ketika wanita sedang kehilangan harga drinya atau nilai tinggi dari dirinya seperti korban pemerkosaan atau pencabulan hingga hamil di luar nikah dan kehilangan masa depannya yang cerah. Perempuan islam atau bisa disebut muslimah, seyogyanya menjadi muslimah yang produktif dan inspiratif. Oleh karena itu, seorang Muslimah pasti selalu optimis dalam memandang kehidupan.
Tentang mulianya derajat seorang wanita telah didukung oleh agama islam. Dalam sejarah islam telah diusahakan betapa besar perjuangan Rasulullah SAW yang berusaha meninggalkan teladan dan wasiat tentang derajat seorang wanita. Seperti yang telah diketahui bahwa perempuan dizaman dulu dianggap sebagai aib keluarga dan orang yang lemah.Hingga pada saat ini perempuan kerap dinomor duakan dalam banyak aspek kehidupan. Padahal pada banyak hal perempuan memiliki kontribusi besar yang tidak bisa di abaikan. Para perempuan inilah yang disebut dengan alpa female. Sosok alpa muslimah hadir sebagai gambaran seorang alpa female yang sholihah, mandiri, memiliki value tinggi fasih berkomunikasi, mampu memimpin, dan bisa menjadi teladan kebaikan. Hal ini tertulis dalam buku Be The Alpa Muslimah karangan ammu kalsum.
Banyak orang bilang bahwa muslimah itu kucel culun dan tidak tahu cara merawat diri. Padahal Muslimah tidak akan membiarkan dirinya tidak terurus, penampilannya juga menjadi hal penting bagi Muslimah. Hal itu karena penampilan bagi muslimah juga menjadi salah satu patokan citra diri dari kepercaayaan diri dalam beraktifitas. Namun bukan berarti fashion menentukan kepercayaan diri seorang muslimah. Lebih dari itu, hal yang terpenting bagi muslimah adalah karakter yang baik. Beberapa karakter terbaik panutan yang menciptakan sejarah gemilang, diantaranya; Laksana Aisyah, Fatimah, Aisyah, dan perempuan hebat lainnya.
Tak jauh dari itu kisah RA Kartini pun sangat menginspirasi banyak orang karena keberaniannya untuk mendirikan sekolah bagi perempuan. RA Kartini menghabiskan masa mudanya dengan terus belajar dan berkarya. Ada pepatah yang mengatakan Masa Muda Adalah Masa Keemasan. Mengapa? Hal itu karena ketika masih muda otak mudah merangsang pelajaran dan peka terhadap keadaan. Berdasarkan kisah RA Kartini bahwa perempuan berhak berpendidikan tinggi dan kesetaraan gendar dinormalisasikan. Lebih dari apapun seperti yang telah diketahui, pendidikan sangat dibutuhkan bagi seorang perempuan. Hal itu disebabkan karenan pentingnya posisi perempuan sebagai madrasatul ula. Pendididkan seorang ibu sangat berpengaruh terhadap bagaimana cara seorang ibu mendidik anak-anaknya.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dipahami bahwa seorang perempuan, khususunya muslimah harus memiliki pendidikan yang tinggi. Hal itu supaya perempuan mendapatkan kebebasan berpikir, menjaga martabat dan harga diri seorang perempuan. Selain itu salah satu fungsi dari perempuan yang berpendidikan tinggi, bukan hanya menjaga martabat dan harga diri seorang perempuan, melainkan.
Penulis: Aira Yulianti Kelas XB






