Hidup Bebas Tanpa Batas, Antara Maslahah dan Mafsadah

Oleh

Admin


Jember, Terinspirasi dari pernyataan Prof. Dr, H. Abdul Muis, M.M bahwa tujuan Pendidikan Islam Adalah memanusiakan manusia, manusia yang beriman, berakhlak dan berilmu. Perbedaan manusia disisi Allah SWT bukan siapa yang lebih tinggi jabatannya, bukan sipan yang lebih banyak hartanya, atau siapa yang lebih banyak keilmuannya, tetapi siapa yang lebih tinggi ketaqwaannya?.
Jastifikasi di atas menunjukkan manusia yang unggul terletak pada seberapa besar ketawaannya kepada Allah SWT. Disinilah yang membedakan manusia dengan makhluk lain, manusia akan lebih tinggi derajatnya dari pada makluk lain dikarenakan manusia mampu menunjukkan akhlaknya diatas ilmunya. Secara filosofis kehidupan manusia akan bernilai hidupnya jika mampu membingkai kehidupan dengan akhlak yang menjadi estetika kehidupan manusia.
Teringat dengan hadits Nabi dalam karya Imam Al-Ghazali yang terkenal Ihya’ Ulumuddin seperti yang diriwayatkan oleh At-tabrani:
عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
Artinya:
“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu pasti mati. Cintailah siapa saja yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath).
Dari hadits Nabi Muhammad SAW sangat jelas sebagai pedoman manusia menapaki hidup, tetapi jangan sampai memberikan interpretasi yang keliru sehingga sangat berpotensi hidup tidak terarah. Ada pernyataan hiduplah sesukamu, jangan diartikan sebagai manusia yang hidup tanpa batasan yang tidak mencerminkan seorang muslim, karena kehidupan umat muslim tidak akan lepas dari aturan syariat islam terutama disaat manusia akan menghadapi kematian. Filosofi hiduplah sesukamu erat kaitannya dengan manusia menjalani kehidupan di dunia tidak akan lepas dari kematian.
Selain dari manusia akan bertemu dengan kematian, dia juga akan bertemu sesuatu yang akan dicintai, namun perlu diingat apapun yang dicintai manusia semua pasti musnah dan akan berpisah. Manusia juga akan berperilaku dengan prilaku yang bisa mengarah pada sesuatu yang baik atau buruk. Manusia punya pilihan hidup masing-masing, tetapi tidak bisa lepas dari pertanggung jawaban dari prilakunya sendiri.
Semua prilaku yang baik aka ada balasannya, begitu juga dengan prilaku manusia yang buruk. Hal ini akan menjadi tantangan dalam kehidupan manusia, oleh karena itu manusia ditakdir untuk selalu berupaya menjadi manusia yang bijaksana dalam memilih dan berprilaku sesuai dengan perintah agama, sehingga kehidupan manusia tidak selalu mulus sesuai dengan harapannya, harapan manusia akan berperang dengan ilmu yang dimiliki, disinilah keilmuan yang dimiliki akan berperan sebagai Kompas Hidup penunjuk arah yang dibingkai dengan akhlak yang baik sesuai dengan Al-Quran dan Hadits.

Penulis : Tim Media Madrasah

Related Post

Leave a Comment