Oleh : Akmal Abdillah Amir (Kelas XI IPA)
Judul Buku : Kartini Mati Dibunuh (Membongkar Hubungan Kartini & Freemason)
Penulis : Efatino Febriana
Penerbit : Navila Idea
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2010
Jumlah Halaman :130 halaman
Dahulu, negara-negara di eropa bersaing dalam berebut kekuasaan diantaranya: Britania raya (Inggris), Amerika, Rusia, dan lain-lain. Keadaan tersebut menjadi cikal bakal adanya peristiwa perang dunia 1. Tujuan dari peristiwa tersebut, tidak lain hanya berebut 3G: Glory, Gold, Gospel yang Apabila 3G telah dimiliki negara tersebut dapat berkuasa segalanya.
Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman hayati yang melimpah. Mulai dari suku, ras, adat hingga rempah -rempah. Mengetahui hal itu, bangsa barat (Eropa) mulai melirik dan tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Salah satu dari bangsa eropa tersebut ialah Belanda. pemimpin Belanda pun mengirimkan para pelaut yang cakap untuk membeli bahan rempah-rempah di Indonesia. Ketika para pelaut datang, warga pribumi menyambut, mereka dengan baik dan menjalin kontrak perdagangan.
Mula-mula, para pelaut datang untuk berdagang dan berjual. Kemudian mereka pun menemukan celah kelemahan rakyat pribumi sehingga dapat dipengaruhi oleh para pelaut tersebut. Mereka menggunakn kesempatan tersebut dengan memperkerjakan rakyat pribumi mulai dari kerja rodi, tanam paksa, dan lain-lain. Sehingga peristiwa tersebut terkenal dengan penyebutan penjajahan
Di tanah jepara terlahir seorang putri dari kaum ningrat jawa. Ia adalah Kartini. Ia lahir di tengah tengah masa penjajahan Belanda. Sejak kecil, Kartini seorang yang cerdas dan baik budi pekertinya. Sekalipun ia keluarga bangsawan. Bahkan ia tidak suka dengan tradisi ningrat jawa.
Suatu ketika, beliau mengalami masa pingitan yang merupakan salah satu dari tradisi adat ningrat jawa. Kartini sangat menolak dengan adanya tradisi tersebut. Ia menganggap bahwa pingitan hanya membuang-buang waktu dan membatasi pengetahuan di dunia luar. Tetapi Kartini tetap mengalah karna permintaannya telah ditolak oleh ayahnya sang adipati jepara.
Dalam masa pingitan, Kartini memikirkan dan menemukan berbagai hal. Hingga ia memiliki gagasan bahwa kaum pria dan wanita harus setara atau penyetaraan gender, kemudian dikenal dengan emansipasi. Kartini pun ingin segera menikah agar bisa bebas dari masa pingitan.
Ketika Kartini sudah dipinang, ia pun diboyong suaminya dan suatu ketika Kartini diajak berpesta dan dijamu oleh seorang dokter Belanda hingga tidak lama setelah jamuan tersebut Kartini pun meninggal diumur 25 tahun. Kematian tersebut dianggap Kartini telah diracuni oleh dokter Belanda kala itu.
Buku KARTINI TELAH MATI DIBUNUH ini menjelaskan secara spesifik dan gamblang memuat sejarah dan asal usul penjajahan, perebutan kekuasaan dan tentunya biografi Kartini itu sendiri. Penulis menggunakan bahasa yang menggalir dan lugas, sehingga buku ini mudah untuk di pahami.
Buku ini menarik karena bahasanya yang mudah dipahami, memuat sejarah yang singkat namun mendalam. Selain itu buku ini menjelaskan secera lengkap dan kompleks yang mungkin tidak ditemukan di buku-buku lain. Apalagi ketika memahami buku ini, juga dilengkapi dengan surat surat komunikasi antara Kartini dan Stella, dan juga dilengkapi foto-foto jadul Kartini). Hal tersebut selain menjadi daya tersendiri, juga sangat membuat buku ini lebih mudah dipahami.






