Tanggung Jawab Guru VS Dilema Guru

Oleh

Admin

Jember – Pendidikan Anak selalu menjadi topik trending yang hangat untuk diperdebatkan. Dua kaca mata yang berbeda menuntut seorang Guru bersikap profesional saat bersikap dan bertindak. Adakalanya Guru dituntut tanggung jawab terhadap perkembangan siswa, disisi lain Guru juga menyangkut hal-hal sensitif ke ranah hukum.

Misal dalam soal kewajiban mereka menyangkut sholat, kedudukan Guru sama persis dengan kedudukan orang tuanya. Orang tua punya kewajiban menyuruh anaknya shalat, bahkan wajib memukulnya saat ia meningalkan shalat saat berumur 10 tahun.

Dalam islam mengutip salah satu refrensi kita khasyifah As-sajah menjelaskan bagaimana kewajiban orang tua menyuruh anaknya shalat saat ia sudah tamyiz, begitu juga keharusan memukulnya ketika ia meninggalkan shalat setelah umur 10 tahun.

Konteks ini juga dijelaskan posisi seorang Guru terhadap siswanya memiliki peran dan hak yang sama jika sudah mendapatkan izin dari siswa dari walinya. Konteks masalah shalat yang dialami Siswa Guru diperbolehkan memukul Siswa saat meninggalkan shalat atas izin walinya, tetapi disaat Guru melaksanakan aturan tersebut sangat sensitif dengan ranah hukum.

Jangankan soal Guru memukul siswa, menjewer siswa yang masuk kategori tindakan wajar sudah banyak fenomena kasus di masyarakat melaporkan gurunya dengan laporan tindakan kekerasan Guru pada murid. Sehingga kejadian ini melahirkan sudut pandang yang berbeda, ada orang tua yang ikhlas dan rela anaknya ditindak sesuai aturan sekolah, ada juga orang tua yang bersikukuh anaknya dibela sekalipun mereka salah.

Profesi Guru saat sekarang jauh sangat berbeda dengan Guru masa dulu, kalau zaman dulu Guru mendapatkan kepercayaan dan izin penuh dari orang tua untuk mendidik dan mngarahkan anak-anaknya, sementara sekarang mereka hanya menuntut anaknya untuk diajari pengetahuan agar supaya anaknya menjadi cerdas. Faktor demikian yang berdampak siswa zaman sekarang hanya cerdas secara kognitif, tapi lemah dalam adabnya (sopan santun).
Dampak dari pengajaran yang hanya mengedepankan transfer knowladge, tanpa diimbangi dengan transfer value akan berdampak karakter siswa mengarah pada sikap anarkis dan premanisme.

Tantangan Guru zaman sekarang jauh lebih besar, tanggung jawab lebih banyak serta dituntut lebih profesional dalam bertindak dan bersikap, yang membuat mereka dilema mau melangkah lebih jauh. Padahal buktinya jauh lebih dahsyat pengaruhnya terhadap kesadaran siswa, tanggung jawab, kedisiplinan dan masa depan siswa disaat mereka dididik dan diajari lebih keras sejak awal proses belajar.

Proses pendidikan membutuhkan proses panjang tidak hanya cukup di Sekolah, butuh ekstra kesabaran, kesungguhan, pembiasaan karakter dan pembelajaran dari sekian banyak materi yang diajarkan untuk membentuk insan kamil. Selain dari peran Guru, peran orang tua justru lebih penting untuk mensupport program sekolah, aturan akademik dan segala sesuatu yang membuat siswa menjamin perkembangannya.

Pertanyaan yang wajib kita jawab pada tantangan Guru zaman sekarang, antara pelaksanaan tanggung jawab menjadi seorang Guru dan dilema Guru mau bertindak, dualisme pemikiran antara Guru dan Orang Tua Siswa menjadi pembatas mereka untuk melaksanakan pengajaran secara utuh, menerapkan aturan akademik, dan mencetak siswa yang siap pakai di masa yang akan datang.

Penulis: Tim Media Madrasah

Related Post

Leave a Comment